“Kestabilan jam
iterbium dapat membuka pintu bagi sejumlah aplikasi berguna yang membutuhkan
ketepatan waktu tingkat tinggi,” ujar Andrew Ludlow, fisikawan National
Institute of Stadards and Technology yang sekaligus menjadi penulis pendamping
dalam publikasi penelitian ini seperti dikutip Sky News Australia.
Jam akurat ini
menggunakan teknologi atom, berbeda dengan jam mekanik yang biasanya menggunakan
bandul untuk menjaganya tetap tepat waktu. Dengan teknologi atom, sinyal elektromagnetik
dari cahaya diemisikan pada frekuensi tertentu untuk memindahkan elektron ke
dalam atom cesium.
Para fisikawan
membangun jam iterbium ini dengan menggunakan 10.000 atom langka yang telah didinginkan
dalam suhu 10 mikrokelvin (sepersepuluh juta derajat diatas nol mutlak) dan
menjebaknya dalam kisi ruang optik yang dibuat sinar laser.
Sinar laser
lain, yang menembakkan cahaya sebanyak 518 triliun., memicu terjadinya transisi
antara dua tingkat energi pada atom. Jadi, stabilnya komponen pada jam iterbium
bisa dikatakan sebagai konsekuensi dari banyaknya jumlah atom yang bekerja
dalam sistem ini.
Jam iterbium
hanya membutuhkan waktu satu detik untuk menyesuaikan diri sehingga dapat
menjadi sebuah jam yang sangat akurat. Keberhasilan ini dipublikasikan di jurnal
Science.
Sumber:
Cakrawala, Harian Pikiran Rakyat, edisi Kamis 29 Agustus 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar