Minggu, 08 September 2013

Jam Paling Akurat di Dunia



http://nationalgeographic.co.id/media/daily/300/0/201308191026530/n/ilmuwan-ciptakan-jam-paling-akurat-di-dunia.jpgIlmuwan AS menciptakan jam paling akurat di dunia. Jam ini mampu berdetak dengan tingkat variasi kurang dari dua bagian dalam satu kuintiliun detik atau 10 kali lebih baik daripada jam lain. Jam paling akurat di dunia yang dibuat menggunakan elemen iterbium ini dapat digunakan untuk kemajuan teknologi melampaui ketepatan waktu, misalnya saja sebagai sistem navigasi, medan magnet, bahkan suhu.
“Kestabilan jam iterbium dapat membuka pintu bagi sejumlah aplikasi berguna yang membutuhkan ketepatan waktu tingkat tinggi,” ujar Andrew Ludlow, fisikawan National Institute of Stadards and Technology yang sekaligus menjadi penulis pendamping dalam publikasi penelitian ini seperti dikutip Sky News Australia.

Sabtu, 07 September 2013

Cetak Tweet dengan Mesin Telegraf Kuno



telegrafSeorang pengembang internet dari Cumbria membangun versi modern mesin telegraf abad ke-19 yang bisa mencetak kicauan di Twitter atau Tweet. Perangkat yang diberi nama ‘twittertape’ ini dibuat dari piranti bekas seperti jam bekas dan bahan rongsokan lainnya, kata Adam Vaughan selaku innovator.
Dasar mesin yang terbuat dari kayu menyembunyikan alat cetak panas dan penggerak mikro tambahnya. Mesin telegraf pada masanya dulu sering digunakan untuk menyebarkan harga saham melalui jalur telegraf dan dicetak dengan mesin.

Jumat, 06 September 2013

Facebook Ancam Kesehatan Jantung



http://api.ning.com/files/ECapeI07GTpGl0PpuVAkO756dq5zjTlr3lZk6Fi1oYdkxD7nXL7vsGGGJCmO4RZ-rlHsqAW6n7vjCYmv-26bh7Om7FsRJgJD/Facebook1.jpgSebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Chester, Inggris, dan Universitas Michigan, AS, mengungkapkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan seseorang untuk bergosip di Facebook justeru akan membuatnya semakin murung. Dan, akhirnya, hal ini akan mempengaruhi kesehatan jantung seseorang.
“Facebook menyediakan sumber tak ternilai bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia untuk koneksi sosial,” kata peneliti utama Dr Ethan Kross, seorang psikolog di University Michigan seperti dikutip dalam laman Daily Mail. “Tapi bukannya meningkatkan kesejahteraan, kami menemukan bahwa penggunaan Facebook justeru menghasilkan hal yang berlawanan, hal yang merusak,” paparnya lagi.

Kamis, 05 September 2013

Tikus Tak Pernah Nyasar


http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/03/1331610512858770662.jpgIlmuwan asal Amerika Serikat melakukan penelitian pada tikus dan menemukan bahwa tikus memiliki kemampuan mengenal tempat yang pernah dilaluinya. Dengan demikian, tikus ahli dalam menelusuri sebuah labirin serta memiliki apa yang disebut  sebagai sense of place. Ilmuwan telah melihat jaringan spesifik pada sel otak tikus untuk menciptakan pemetaan mental terkait lokasi mereka. Studi baru ini mengungkapkan sel otak tikus bisa menunjukkan tanda-tanda aktif atau non-aktif pada lokasi tertentu. Ilmuwan telah mengetahui bahwa hippocampus (komponen otak) terlibat dalam menciptakan peta mental pada makhluk hidup vertebrata (bertulang belakang). Namun, ilmuwan belum yakin bagaimana mental membentuk peta atau mengapa manusia bisa tersesat. Studi terdahulu menunjukkan bahwa sel-sel tempat tertentu di hippocampus diaktifkan ketika hewan menjelajah tempat baru.

Senin, 02 September 2013

Ibu Hamil Lebih Disukai Nyamuk


http://static.liputan6.com/201304/dbd-nyamuk130403c.jpgSeorang ahli nyamuk, Dr James Logan, menemukan fakta bahwa ibu-ibu yang sedang hamil ternyata lebih disukai nyamuk untuk digigit dibanding yang tidak sedang hamil karena beberapa alasan tertentu. Sebuah penelitian yang dilakukan pakar kesehatan dari San Jose, California, Amerika Serikat itu menunjukkan, jika para ibu hamil dua kali lipat berpotensi digigit nyamuk dibanding wanita yang sedang tidak hamil.

Penjelasan Sains tentang Kehidupan Abadi



Kini sains dapat menjelaskan kebenaran ranah dan doktrin agama tersebut. Sebuah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan kematian bukanlah pemberhentian terakhir. Observasi ilmiah yang dilakukan menyimpulkan kehidupan dan kematian ternyata berkorespondensi dengan “alam lain” (multiverse). Paparan ilmiah tersebut dijelaskan oleh teori ilmiah bernama biosentrisme. Menurut teori ini, kendati tubuh dirancang untuk hancur sendiri, namun ada sebuah “energi” yang bekerja dalam otak, yaitu “perasaan hidup” mengenai “siapakah saya”. “Energi itu tidak musnah ketika manusia mati,” tulis ilmuwan terkemuka dunia dan pengarang buku biocentrism, Robert Lanza. Teori sains tentang energi memang menjelaskan hukum kekekalan energi. Menurut Lanza, energi “perasaan hidup” itu tak tercipta, tapi juga tak bisa musnah.

Kamis, 29 Agustus 2013

Reaksi Kimia pada Tubuh Saat Jatuh Cinta


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwioqNS71hd0Xp2t-LmYcGSbnsFRP1pnU8Clhe7HsHDXkSUZXbzx_z5IdA3Ea6KzwF7o43viht_uPk6cLneJbXL4IjWoCMzR5_tx8BKE_M987Ql6akcmeJ_RCcwHKMrl5ro_BMt9SA6zpZ/s320/reaksi+kimia+cinta.png
Apapun pendapat orang tentang suatu pasangan kita, kalau sudah cinta, logika menjadi nomer dua. Apa yang terjadi dalam tubuh kita saat kita mengalami jatuh cinta? Ketika kita jatuh cinta, ada banyak unsur kimia yang membanjiri sekitar otak dan tubuh kita. Para peneliti mempelajari tentang pengaruh unsur-unsur kimia ini saat kita jatuh cinta dan ketika kita berada dalam hubungan jangka panjang. Hormon estrogen dan testosteron berperan dalam hal timbulnya hasrat seksual. Tanpa hormon ini, kita mungkin tidak akan pernah masuk ke tahap “bercinta yang sebenarnya”.

Bulan Purnama Sebabkan Gangguan Tidur



http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/dd/Full_Moon_Luc_Viatour.jpg/300px-Full_Moon_Luc_Viatour.jpg
Sebuah studi menemukan bukti bahwa bulan memiliki dampak terhadap kualitas tidur manusia. Christian Cajochen, peneliti masalah tidur dari University of Basel di Swiss mengatakan hasil penelitiannya bahwa tanpa disadari bulan purnama telah membuat manusia mengalami gangguan tidur. Dilansir Discovery, penelitian ini melibatkan 33 orang partisipan yang sehat dengan rentang usia 20-74 tahun. Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology menyatakan bahwa bulan purnama membuat manusia lebih sulit tidur dan tidur lebih pendek. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa rata-rata waktu tidur manusia berkurang sekitar 20 menit pada saat bulan purnama. Selain itu waktu yang dibutuhkan untuk tidur pada saat bulan purnama rata-rata 5 menit lebih lama dari waktu yang dibutuhkan pada malam-malam lainnya. Waktu tidur lelap juga rata-rata berkurang 30%. Para peneliti juga menemukan bahwa kadar melatonin, suatu hormon yang sangat berpengaruh dalam mengatur tidur pada tubuh manusia, menurun pada saat mulai mendekati bulan purnama.

Sumber: Cakrawala, Harian Pikiran Rakyat, edisi Kamis 29 Agustus 2013

Senin, 19 Agustus 2013

Kuda dalam Penelitian Tekanan Darah


Tinggi rendahnya tekanan darah akan menjadi persoalan serius bagi kesehatan tubuh manusia. Bila tekanan darahnya terlalu tinggi dari ambang normal, akan mengalami gangguan fisik. Sebaliknya, bila tekanan darahnya terlalu rendah juga tidak akan bugar. Manusia sudah mengenal tekanan darah sejak sekitar 2600 tahun sebelum masehi, seperti yang dilansir dari Medicinehistory. Saat itu kaisar kuning Huang Ti Nie Ching dari Cina menyebutkan bahwa konsumsi garam memiliki hubungan dengan penguatan detak. Tulisan ini ditemukan jauh setelah kematian Nie Ching. Kemudian naskah yang tertulis 2000 tahun sebelum masehi menyebutkan soal pentingnya penggunaan potasium untuk diet.  Selama ribuan tahun setelah tulisan Kaisar Kuning itu memang belum terdefinisikan secara pasti soal hubungan garam dengan denyut jantung, atau potasium dengan diet. Keterkaitan ini baru mulai terdefinisikan sejak tahun 1706 saat ahli anatomi asal Prancis, Raymond de Viessens menggambarkan struktur jantung.
Gambar struktur hati ini kemudian mengilhami Reverend Stephen Hales. Dari situ dia kemudian terpikir untuk mengukur tekanan darah. Makhluk yang pertama kali tekanan darahnya diukur, ternyata bukan manusia. Dia menjalankan pengukuran ini saat berlangsung pembedahan seekor kuda. Namun demikian, saat itu alat yang digunakan untuk mengukurnya belum sederhana. Barulah di tahun 1896, seorang ahli fisika Scipione Riva-Rocci menemukan alat yang sederhana untuk mengukur tekanan darah manusia. Alat itu berupa karet yang diikat melingkar lengan, yang kemudian diisi angin. Pengisian angin ini bertujauan untuk menghentikan aliran darah di urat yang dialiri darah. Alat ini masih mengandalkan hitungan manual.

Sumber: Cakrawala, Harian Pikiran Rakyat, edisi Kamis 15 Agustus 2013